“Aku mau kamu ngga kerja satu minggu ini” Arin memejamkan matanya kuat, takut-takut bila perkataannya membuat Aldo marah. Aldo mengusap wajah Arin lembut membuat wanita itu terbuai dengan sentuhan tangan Aldo yang selalu membuatnya nyaman “Aku ngga bisa yank, malahan seminggu ke depan ini aku sangat-sangat sibuk. Lebih sibuk dari yang sebelumnya, bakalan sering lembur” Arin menganggukkan kepalanya pelan walau sedikit kecewa dengan jawaban Aldo akan permintaannya, tapi ia tak boleh egois dengan meminta lelaki itu meninggalkan pekerjaan yang sangat Aldo cintai itu. Sepertinya pekerjaan adalah istri pertama Aldo, sedangkan ia hanya istri kedua, karena Aldo lebih banyak menghabiskan waktu bersama berkas-berkasnya yang tak menarik itu. Meski begitu, sepertinya ia lebih tak menarik dibandingka

