Sarapan pagi berlangsung begitu hening, tidak ada yang berani membuka percakapan. Aldo selalu menegaskan untuk tidak berbicara saat makan apalagi jika suasana hatinya sangat buruk seperti pagi ini. Beberapa menit berlangsung terasa bagaikan satu jam bagi Renta. Sejak tadi ia menahan mulutnya untuk tidak berbicara pada ayahnya. Dan ketika selesai, Aldo langsung meninggalkan meja makan disusul Arin. "Ayah beneran ngga jadi ngantor?" tanya Arin pada suaminya itu. "Engga, aku pusing" "Kalau aku pake bikini, pusingnya hilang ngga ya?" goda Arin sambil tangannya membuka lemari untuk mencari benda yang baru saja ia sebutkan untuk mengembalikan senyum suaminya. Aldo tersenyum miring, ia berjalan ke arah Arin setelah beberapa menit sempat duduk di ranjangnya. Tangannya menahan tubuh Arin yan

