Devan melangkahkan kakinya menuju kerumunan orang tempat Amira berada. Tubuhnya yang menjulang tinggi membuatnya sekilas dapat melihat Amira dari kejauhan. Tiba - tiba dia mendengar lagi suara Selena, wajahnya memucat, kepalanya sangat pusing, keadaan di sekitarnya seakan berputar. Dia sangat yakin itu Selena. "Selena ada di sana, aku harus menemui Selena," ujar Devan mengerjapkan matanya. Dia sangat pusing. "Selena ... Selena ...." Tangan Devan berusaha menghalau banyaknya orang di sana. Semakin dia mendekat suara Selena semakin terdengar jelas. Andi memperhatikan Devan dari jauh, dia langsung berlari menghampiri Devan yang berjalan sempoyongan menghalau orang - orang yang ada di sana. Axel dan Ruben yang berada di dekat Selena langsung menggapai Devan yang akan hampir terjatuh. "Dev.

