78

1921 Kata

Devano dan Kevandra duduk berdua di ruang perpustakaan. Suasana ruang perpustakaan seakan mempacarkan aura - aura yang menyeramkan. Kevandra dengan sikapnya yang tenang dan santai berbeda dengan Devan yang dingin dan muda emosi. "Jadi sekarang yang ingin kamu katakan Devano Johanson? Ini sudah bab 78," ujar Kevandra. "Iya aku tahu ini sudah bab 78 bukan bab 77 apalagi bab 79 ga usah kamu katakan aku pun tahu," sahut Devan dengan kesal. "Emosian amat sih Devan. Santai dikitlah, ga usah berapi-api dan kesal begitu. Ga baik untuk kesehatan." "Iya ... iya. Jadi begini Kevandra. Kamu mulai sekarang tidak perlu lagi memberikan dan membelikan Sean apapun. Sean anakku dan aku yang bertanggung jawab mulai sekarang semua kebutuhan dan biaya hidup Sean," ucap Devan dengan tegas. "Hahaha, kamu lu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN