Halusinasi

1102 Kata

Tiba-tiba lift berhenti dan pintunya terbuka. Peter melangkah keluar dan diikuti oleh Adro. Kedua mata Adro langsung menyisir sekitarnya. Ini sungguh adalah sebuah tempat lain, meski memiliki konsep yang sama dengan tempat yang sudah Adro datangi di dalam bangunan besar ini. “Ayo ikut aku, Tuan Adro,” Ucap Peter dengan memberi gerakan dengan tangannya. Keadaan rumah sakit sangat sepi karena hari sudah sangat larut. Namun ada sebuah pintu kaca yang masih terbuka. Di dalam sana terdapat beberapa kios yang menjual makanan. “Jadi ini tempat yang bernama kantin?” Tanya Adro pada Peter. Bocah itu mengangguk. “Aku akan membeli burger di sana,” Ia menunjuk pada sebuah kios yang menjual hotdog dan burger. Adro hanya diam dan mengikuti ke mana Peter melangkah. Setelah sampai di kios itu, Peter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN