Dunia Berbeda

1027 Kata

Adro menoleh ke belakang dan menyadari para serigala itu sudah jauh tertinggal hingga ia tidak melihat mereka lagi. Namun suara lolongan mereka masih terdengar sangat dekat. Karena keadaan masih belum aman, Adro tetap melanjutkan niatnya untuk bersembunyi di rumah itu. Keluar dari pepohonan padat, Adro mendapati dirinya berada di halaman dari rumah yang ternyata cukup besar dan bagus itu. Ia segera berlari menuju pintunya dan hendak membukanya, namun ternyata pintu tersebut terkunci. Meski begitu, Adro dapat melihat dari jendela rumah tersebut bahwa lampu di dalamnya masih menyala. Ia segera mengetuk pintu tersebut sekeras mungkin. “Permisi! Apa ada orang di dalam? Tolong buka pintunya!” Kening Adro mengkerut. Kedua tangannya mengepal dan sedikit bergetar. Ia terus mengetuk pintu itu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN