Arkan membuka kedua mata yang terpejam ketika merasakan sebuah sentuhan di ujung bibirnya. Dia melihat seorang wanita sedang berdiri di hadapannya. Pemandangannya sedikit kabur oleh kesadaran yang masih belum sepenuhnya bangkit. Apa dia berhalusinasi atau sangat merindukan wanita ini sampai bermimpi tentangnya? "Arkan ...." Arkan menyentuh tangan yang mengusap ujung bibirnya dengan lembut, lalu dia tersenyum dan berkata, "Kau sudah kembali?" "Aku kembali karena ingin melihatmu, tapi ... ada apa dengan bibirmu? Kau berdarah." Genggaman tangan beralih menyentuh ujung bibir. Ada tekstur kasar dan juga perih saat ditekan. Kesadarannya segera pulih ketika mengingat dari mana luka berasal. Apa dia mendapatkannya saat Raya melemparkan tas padanya? "Biar aku lihat." Dia melirik Lunar yang du

