Secara logika, jika seorang istri dibawa pergi secara paksa oleh mertuanya, pasti akan langsung dijemput oleh suaminya. Tetapi sudah malam hari pun sama sekali belum ada tanda-tanda kehadiran Arkan. "Apa dia benar-benar mencintaimu?" Kali ini dari pertanyaan ibunya terselip pula gurat keraguan. Sekarang giliran Lunar yang bertanya pada dirinya sendiri. Apa Arkan benar-benar tidak akan menjemputnya? Kalau begitu apa dia akan menikah dengan Nico? Dia juga tidak mungkin menentang keputusan orangtuanya sekali lagi. Pada kenyataan memang seperti ini, keadaan membawanya kembali ke asal semula. Lunar ingin sekali marah, tetapi tidak tahu harus marah pada siapa. "Aku rasa Arkan tidak akan datang. Dia tidak benar-benar mencintaimu. Ini pasti hanyalah akal-akalanmu saja agar tidak dinikahkan den

