Arkan keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segar. Dia mengunci balutan handuk untuk tetap menempel di tubuh sembari memperhatikan Lunar. Melihat istrinya masih duduk di atas tempat tidur tanpa bergerak dari posisi membuat dia tidak bisa menahan untuk berkomentar. "Aku tidak hanya makan malam." Lunar langsung tersentak mendengar perkataan itu. Dia merapatkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya dengan erat. Tatapan matanya begitu waswas akan pergerakan Arkan yang datang menghampiri. "Kau membuat banyak tanda di tubuhku dan sekarang ingin melanjutkannya? Aku sudah sangat lelah setelah kita berhubungan semalaman suntuk!" Arkan menyeringai. "Apa yang kau bicarakan? Aku lapar dan aku ingin makan. Bukankah kau berkata akan melayaniku dengan baik?" Akibat perkataannya sendiri, Lunar m

