Saat ini, Rea dan Kean sedang beristirahat dari ‘olah raga’ malam yang menguras tenaga. Rea bersandar di pundak suaminya, sementara Kean. Ia sibuk dengan tabletnya. Apalagi jika bukan tentang pekerjaan. “Nggak bisa besok saja, gitu? Ini sudah malam lho,” keluhnya sambil mulai menguap. Ia memang mengantuk dan lelah tentu saja. Kean menoleh dan mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang. “Kamu tidur duluan saja, sayang. Aku mau selesaikan ini dulu, tanggung tinggal sedikit lagi,” jawabnya sambil meraih kepala Rea dan membubuhkan kecupan di kening, kedua pipi, hidung dan terakhir bibirnya yang selalu menjadi candunya. “Good night, baby,” ujarnya setelah membenarkan letak kepala istrinya yang tampaknya tak sanggup menahan kantuknya lagi. Memastikan jika Rea telah terlalap, Kean mu

