Bab 34. Sehari Bersama Bian

1867 Kata

Rea dan Bian sampai di rumahnya. Setelahnya, gadis tersebut meminta Bian untuk menunggu di ruang tengah, selagi Rea memanaskan makanan yang ada di dalam rantang. “Lo duduk aja dulu, gue mau manasin makanan ini dulu. Biar enak makannya hangat-hangat. Duduk aja, anggap rumah sendiri,” anjur Rea yang segera pergi ke dapur untuk memanaskan makanan dan membuatkan minuman untuk Bian. “Iya, santai aja. Nggak usah keburu-buru juga, nanti malah hangus makanannya,” canda Bian sambil mengamati apa saja yang berada di rumah Rea. Penasaran akan sosok Rea yang mandiri dan jutek. “Benar-benar sederhana tapi tetap saja terlihat elegan. Simpel dan rapi, juga bersih,” komentar Bian yang meneliti setiap sudut rumah Rea. Takjub akan penataan setiap perobotan yang meskipun tidak banyak. Namun, bisa men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN