Bab 139. Hanya Butuh di Yakinkan

1496 Kata

Kean yang akan masuk ke dalam mobilnya, terpaksa mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobilnya. “Ada apa?” tanyanya saat menjawab panggilan yang rupanya dari Dandy. “Bos, ada bule yang dulu itu. Katanya mau tahu bagaimana keadaan Nyonya muda. Bagaimana? Apa yang harus saya lakukan?” tanyanya sambil melirik Mike yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Kean menghembuskan napasnya kasar. Kesal karena masalah selalu kembali muncul di saat seperti ini. Seakan tak ada habisnya. “Oke. Saya akan ke sana sekarang. Antar ke ruang tunggu di kantor saya,” titah Kean yang segera memutuskan panggilan mereka. Pria tersebut menghela napasnya dan masuk ke dalam mobilnya. Mengendarainya menuju ke kantornya. Sesampainya di sana, Kean langsung menuju ke kantornya. Ia sadar jika tatapan sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN