Bab 91. Debaran apa ini

1229 Kata

Sementara melihatnya, Kean tersenyum menyeringai. Seolah ingin menyiksa Rea yang ia tahu tengah berusaha sekuat tenaga menahan napas. Agar tidak mendesah. Kean senang sekali menggoda perempuan yang juga pernah membuatnya tersiksa karena gairahnya sendiri. “Bagaimana? Susah bukan menahannya? Ini masih belum seberapa, jika di bandingkan dengan apa yang sudah kamu lakukan sama aku di Maldives, sayang?” bisiknya lagi dengan di iringi kecupan-kecupan kecil di ceruk leher istrinya. Rea menggigit bibirnya kuat-kuat. Ia tak ingin sampai mengeluarkan suara yang tidak seharusnya terdengar. Bisa semakin puas Kean mengerjai dirinya jika hal itu sampai terjadi. Dengan kesadaran yang masih tersisa. Rea berusaha untuk melawannya. Meskipun ia tahu itu sulit. “Segera menyingkir dari tubuhku, Kean

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN