Rencananya

1347 Kata

Agatha mengerjap-ngerjapkan matanya ketika sinar matahari yang tidak bisa dikatakan pagi lagi memasuki celah-celah jendela kamarnya. Sinarnya sangat menyilaukan mata hingga mata Agatha berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya. Agatha merasa matanya sangat berat untuk terbuka. Bukan karena masih mengantuk, tapi pasti karena menangis semalaman hingga matanya terasa sembab dan membengkak hari ini. Agatha melihat ke samping ranjangnya yang kosong. Tidak ada Andra disana. Biasanya Andra akan menyapanya setiap pagi. Tangan Agatha terulur mengelus bagian ranjang yang kosong. Pikirannya langsung terfokus pada Andra. Entah seperti apa suaminya saat ini di penjara. Apakah tidurnya nyenyak? Apakah dia mendapat tempat tidur yang layak? Air mata Agatha kembali menetes memikirkan tentang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN