Agatha mengeringkan rambutnya sembari memperhatikan pantulan dirinya di depan cermin besar yang berada di kamarnya. Sesekali wanita itu mengulum senyumnya saat bayangan yang membuat kupu-kupu serasa terbang di atas perutnya terlintas begitu saja. Lebih tepatnya kejadian panjang tadi malamlah yang membuatnya seperti ini hingga ia merasakan pipinya memerah sendiri. Agatha mengusap wajahnya sembari terkekeh pelan menyadari dirinya yang malah salah tingkah di pagi hari seperti ini. Tadi malam benar-benar malam yang tidak Agatha duga-duga sebelumnya. Ia tidak menyangka bahwa akhirnya malam itu datang juga. Ia sudah menjadi istri Andra seutuhnya. Ah membayangkan apa yang mereka lakukan tadi malam saja membuat Agatha kembali bergidik. Ia bahkan sampai sekarang masih bisa merasakan nyerinya. Tapi

