Satu Kesempatan

2177 Kata

"Tha... Agatha..." Andra memejamkan matanya sembari menghela nafas panjang, panggilannya tidak kunjung digubris oleh Agatha. Ia menatap pintu yang setia tertutup rapat sejak mereka kembali ke rumah. Ratih memberikan Agatha waktu untuk memikirkan ulang tentang keputusannya karena tidak ingin nantinya anaknya itu akan menyesali sendiri keputusannya. Apalagi setelah pembicaraan waktu itu, Andra langsung menemui Ratih dan meminta maaf pada ibu mertuanya itu. Ratih bisa merasakan ketulusan dari Andra. Lagi pula Ratih juga bisa merasakan bahwa putrinya juga sama sakitnya dengan keputusannya sendiri. Sejak ia mengatakan ingin menggugat cerai Andra, ia sama sekali tidak terlihat lebih baik. Jika benar berpisah dengan Andra adalah keputusan yang mampu membuatnya jauh lebih baik, harusnya ia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN