Amanda dan Adam tiba di Rumah Sakit Jiwa Abadi, rumah sakit tempat Dokter Wira bekerja. Di rumah sakit itulah Amanda pernah menjalani operasi mata. "Ini kan rumah sakit tempat kerja ayah kamu, Mas," ucap Amanda. "Iya, ini rumah sakit tempat papa aku kerja. Kita tanya bagian administrasi dulu, ya," ucap Adam. Pria itu menepuk bahu Amanda untuk menyuruhnya bergeser dari pria asing yang terlihat melintas dan seolah ingin menabrakkan diri pada gadis itu. "Kamu nggak apa-apa, kan?" bisik Adam. "Nggak apa-apa, Mas, terima kasih ya," ucap Amanda seraya tersenyum manis. Setelah bertanya pada seorang suster di bagian administrasi tersebut, mereka diarahkan menuju ke lantai tiga ruang Mawar 305 tempat Mella dirawat. "Sebenarnya kenapa sih Mella bisa masuk rumah sakit?" tanya Amanda. "Aku j

