“Oh, kamu mau gulali ini? Tunggu ya Kakak belikan dulu,” ucap Amanda yang kembali membeli satu gulali kapas. Namun, saat dia ingin menyerahkan gulali tersebut, anak itu menghilang. Rasa penasaran gadis itu menyeruak dan membuatnya mencari keberadaan anak tersebut. Amanda keluar dari sebuah gang dan mendapati lapangan luas yang berbeda dengan pemandangan pasar Jaya sebelumnya. Gadis itu mendapati banyak tumpukan-tumpukan sebuah batu yang tersebar luas dan anehnya batu itu tertata dengan rapi. Persis seperti kedai-kedai di pasar yang diperuntukkan untuk pedagang. Tarikan di ujung kaus Amanda mengejutkan gadis itu. Dia menoleh ke arah samping bawah dan mendapati anak laki-laki tadi tersenyum ke padanya. Wajah anak itu terlihat pucat dengan kedua mata yang menghitam seperti mata panda. H

