Fahri berjalan ke mendatangi Niken yang menyibukkan diri di dapur. Fahri tau bahwa Niken hanya berpura-pura untuk menutupi rasa kecewanya padanya. Fahri menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia meraih Niken kedalam pelukannya. Niken melawan, tapi pelukan Fahri terlalu susah untuk dilepas. "Saya mencintaimu. Maafkan saya sudah mengabaikanmu." Kata Fahri sambil mencium ubun-ubun Niken. Niken masih membisu. Dia tidak mengalihkan diri dari kesibukannya mengiris daun bawang. "Maafkan saya, saya janji setelah ini tidak akan mengabaikanmu kembali." Lanjutnya. "Kamu dari mana saja mas sampai kamu tidak bisa menghubungi aku ?" "Ada pekerjaan mendadak, dan saya terlalu sibuk sampai lupa mengabaikanmu." Jelas Fahri. "Kenapa tidak menghubungi jika kamu sibuk ?" Tanya Niken sambil melepas

