PENGHIANATAN

1254 Kata

"Auw..... " Perut Niken kembali sakit. Kali ini lebih parah dari sakit yang pernah di alami Niken dulu. Rasanya begitu melilit dan Niken sulir untuk bernafas. Dia menggambil ponselnya untuk menghubungi Fahri namun tidak ada jawaban. Dia akhirnya memanggil karyawannya untuk mengantarnya ke dokter. "Bu, banyak istirahat ya. Jangan banyak fikirian. Kandungan ibu melemah bu. Apakah ibu stress dan terlalu banyak memforsir tenaga ?" Aku menjawab pertanyaan dokter keluargaku ini dengan sebuah anggukan. Aku stress karena memikirkan suamiku. Aku bahkan menghabiskan waktuku di toko agar aku sibuk melupakan kehadiran suamiku yang kini sudah jarang dirumah. Niken mengelus perutnya yang buncit. "Saya berikan vitamin dan obat penguat kandungan lagi ya. Tolong jangan terlalu banyak fikiran, yang sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN