DETIK-DETIK

1071 Kata

Suara burung dan ayam bersahut-sahutan. Cahaya matahari pagi menembus jendela kamar dua sejoli yang sedang di mabuk cinta indahnya malam pertama. Suara tangisan Bella tak juga membangunkan dua insan yang tengah dilanda lelah akibat kegiatan bercinta mereka semalam. "Ma, bangunlah. Bella menangis. Mungkin dia haus." Kata Fahri membangunkan Shinta yang masih tengkurap di sampingnya. "Kamu saja pa, tolong gendong Bella. Perut dan pinggul aku tiba-tiba sakit pa. Aku gak kuat buat bangun." Rintih Shinta. "Kamu kenapa ma ?" Fahri langsung bangun mendekati Shinta. "Gak tau pa, tiba-tiba nyeri banget tadi. Biasanya gak pernah begini." "Perlu kita ke rumah sakit ma ?" "Tidak pa, aku pakai istirahat sebentar mungkin sembuh." "Yasudah, aku urus Bella dulu ya ma. Sekalian nanti aku siapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN