Selamat membaca. **** "Beneran gak papa ke dokter, Pa?" tanya Laili pada suaminya yang kini sedang menyetir, menuju rumah RSIA Kembang. "Ya gak papa, malah harus. Papa mau lihat yang di dalam sini kayak apa." Arya mengusap perut istrinya dengan lembut, kemudian tangannya pindah ke pipi Laili. "Masa anak kecil bisa punya anak kecil ya, Pa." "Ha ha ha ...." keduanya tergelak. "Jadi, kuliahnya setelah bayi kembar lahir saja ya. Mereka usia dua tahun, kamu baru kuliah." "Masa manggilnya gitu, Pa. Laili pernah lihat berita di media sosial, ada anak SD sama pacarnya manggil ayah bunda, ada yang umi abi. Masa papa yang hampir udzur manggilnya, kamu." Laili cemberut, namun kemudian menyeringai lebar. "Belum uzur, Sayang. Masih tiga puluh sembilan tahun," bantah Arya tak siap jika dibilang

