"Teteh!" teriak Anes memanggil nama Laili sambil berlari menghampirinya. Arya melotot kaget, begitu juga dengan Bik Kokom yang melihat Laili dengan mata berkaca-kaca. "Laili, benar itu kamu?" lirih Arya dengan kepala semakin berputar. Baru akan melangkah menghampiri Laili dan Anes, tubuh Arya limbung dan ia pingsan. Bugh "Papa!" teriak Laili menghampiri suaminya yang terbaring lemah di aspal jalan. Dengan dibantu oleh dua orang sopir taksi, Arya akhirnya bisa dibawa masuk ke dalam kamar yang memang sudah ia siapkan menjadi kamarnya. Semua barang juga sudah dimasukkan ke dalam kamar anak-anak. Bik Kokom pun sudah bertugas di dapur, membuatkan teh untuk Arya dan Laili. "Yakin, ini kamar Pak Arya?" tanya Laili pada Bik Kokom yang masuk ke dalam kamar sambil membawa teh. "Yakin, Non. He

