22. Anes Hilang

1338 Kata

Dengan air mata yang menggenang, Laili sangat terpaksa meminum obat yang diberikan oleh Ririn. Perasaannya sungguh tak enak, apalagi terlihat raut puas saat dirinya menenggak obat tersebut. Bik Kokom di depan sana hanya bisa menggelengkan kepala tak percaya. Sungguh tega sekali majikannya memperlakukan Laili yang yatim piatu dengan semena-mena. "Bagus. Sekarang kamu lanjutkan lagi pekerjaanmu dan jangan berhenti sebelum rumah rapi. Ingat itu!" Ririn pergi dari hadapan Laili menuju ruang televisi, sedangkan Laili memilih masuk ke kamar mandi, lalu mengunci pintunya. Kran air dinyalakan besar oleh Laili. Bbuuaaar Laili membuang obat yang ia tahan di bawah lidahnya ke dalam closet. Ya, untung saja Laili mendapatkan ide untuk pura-pura menelan obat yang ia minum. Padahal ia menyimpan obat t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN