Bab 23

1165 Kata

Suara angin yang merambat terdengar samar di telinga, bertepatan dengan suara bel masuk yang berbunyi membuat semua murid yang baru masuk ke dalam gerbang sekolah langsung berlari menuju ruang ujian mereka masing-masing. Kabar kematian Zen... sama sekali belum beredar di sekolah, sepertinya kedua orang tua Zen memilih agar kabar itu tidak diberitahukan dulu pada murid-murid. Bahkan hanya segelintir guru yang mengetahui kabar kematian Zen termasuk kepala sekolah. Angin kencang yang menderu dengan cepat membuat debu masuk ke dalam mata Dean, Dean langsung mengucek matanya yang perih. "Hei, jangan dikucek begitu, nanti makin sakit dan bisa iritasi," ucap Ardio sambil meletakkan tangannya di antara kelopak mata Dean dan meniupnya pelan. "Udah ayo masuk!" ajak Ardio kembali berjalan di samp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN