Dean memasukkan pensil dan penghapusnya ke dalam tas setelah itu menyandang tasnya dan melangkah ke meja pengawas untuk bersalaman. Dean menyeret langkah ke ruangan ujian Ardio, mengintip Ardio dari balik jendela. "Woi! Ngapain? Kayak orang mau maling aja hahaha," kejut Rini dari belakang sambil menepuk ringan bahu Dean. Dean menoleh pada Rini dan berdecak sebal karena diganggu. "Ada apa!?" tanya Dean langsung ngengas. "Mau curhat hehe," jawab Rini sambil mengaruk-ngaruk kepalanya yang tidak gatal. Dean diam sejenak, padahal dia berencana mengajak Ardio langsung pulang bersama. Tapi karena Rini juga udah sering membantu dirinya, Dean jadi bimbang. "Ya udah nunggu Ardio dulu ya?" tanya Dean diangguki oleh Rini. "Eh omong-omong gimana kencan kalian kemaren?" tanya Rini penasaran. "Ga

