BAB 44

1309 Kata

Situasi ruang tamu itu sungguh mencekam. Disana sedang berkumpul semua keluarga juna. Tapi dua orang diantara mereka sedang beradu mulut. "Papa nggak bisa maksa juna buat nikahin gadis secepet ini." kata juna dengan nada dingin. "Tapi gadis sedang mengandung anak kamu juna, jangan jadi pengecut kamu." jawaban papa juna tak kalah pedas. "Papa yakin itu anak juna ?" "Yakin, apa bukti ini belum cukup jun ?" "Papa jangan buta hanya dengan bermodalkan bukti cctv itu." "Juna bener pa." sambung yuna mendukung adiknya itu. "Tapi itu gadis sudah hamil, lalu kalo bukan juna yg tanggungjawab siapa lagi ? Bukti itu sudah cukup membuktikan juna adalah ayah dari anak yg dikandung gadis." "Kita tes DNA aja pa." yuna memberikan solusi. "Gio, papa tau kamu menginginkan juna bertanggungjawab. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN