Aku mematikan layar komputerku dan bangkit berdiri. Oh Tuhan, hari ini benar-benar melelahkan! Kurasa aku harus lebih menghargai waktuku di sekolah dan tidak akan mengeluh lagi soal membosankan mulai sekarang. Aku memasukkan barang-barangku kembali ke dalam tas ketika aku menemukan sesuatu di dalam sana. Sebuah kunci mobil. “Oh, bagus…,” gumamku lemah karena aku tidak tahu cara menyetir mobil. Kurasa aku akan meminta Ayah untuk mengajariku menyetir mulai sekarang. Aku membuang kembali kunci mobil itu ke dalam tas. Tidak ada pilihan lain lagi, aku harus meninggalkan mobilku disini dan pulang dengan naik taksi. Aku memakai tasku dan berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Setelah aku keluar dari gedung kantor, aku menelaah jalanan di depan untuk menemukan sebuah taksi. Setelah

