33.I Love Him

1222 Kata

Aku terkejut dengan ciumannya yang datang secara tiba-tiba. Namun aku tidak mencoba untuk mendorongnya menjauh dan justru memejamkan mata. Semakin lama ciuman itu semakin dalam hingga tanpa kusadari punggungku sudah menyentuh lantai dan dia sudah di atasku, memelukku. Kami melepaskan ciuman kami dan saling menatap mata masing-masing dengan napas terengah. “M-maafkan aku,” ucapnya setelah menyadari apa yang dilakukannya, dan segera menjauhkan tubuhnya. Aku bangkit dan melihatnya yang mengusap tengkuknya. Keadaan kami menjadi begitu canggung sekarang. Aku ingin bilang bahwa sebenarnya tidak masalah kalau dia menciumku. Tapi aku tidak mampu mengatakannya, jadi sebagai gantinya aku hanya mengusap lenganku. “Aku… masih ingin tahu, mengapa kau melarangku untuk mencarimu?” tanyaku mencoba untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN