Dalam perjalanan pulang, tidak ada dari kami yang saling berbicara. Semua sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ian fokus menyetir, yang mungkin dalam kepalanya sibuk memikirkan apa saja yang kulakukan di dalam ruangan itu tadi, lalu Sarah yang mungkin bertanya-tanya tentang keadaanku, dan aku sendiri yang sibuk memikirkan pemandangan Gilbert dan Christine tadi. “Ini sudah siang. Perlukah kita mampir untuk makan sebentar atau langsung pulang?” tanya Ian di tengah keheningan itu. “Aku tidak ingin pulang,” kataku tanpa mengalihkan tatapanku dari jendela di samping. Memikirkan keadaanku di rumah sendirian hanya akan semakin membuatku tersiksa. “Bagaimana denganmu, Sarah?” tanya Ian. “Aku ikut saja,” katanya di belakang. “Laura, ingin ke pantai?” tanya Ian, yang langsung membuatku menole

