18.A Date

1077 Kata

Aku sedang menata rambutku ketika kudengar ayahku mengetuk pintu kamarku. Aku menyuruhnya membuka pintu tersebut. Setelah dia membukanya, kulihat dia menatapku dengan tatapan curiga. Mungkin Ian sudah datang dan menunggu di depan rumah sehingga dia memberikan tatapan itu. Aku memutar bola mata seraya membuang napas. “Ayah, kami hanya ke bioskop untuk menonton. Kami tidak akan kemana-mana,” kataku memastikan dan kembali menghadap cermin untuk memakai pelembab bibir. “Tentu. Ayah percaya padamu, Sayang. Tapi bagaimana jika dia membawamu ke suatu tempat selesai dari bioskop, hmm?” tanyanya dengan alis terangkat. “Kau tidak tahu laki-laki.” Aku menoleh pada Ayah. “Percayalah Ayah, Ian tak akan berbuat seperti itu. Jika dia melakukannya, aku akan membuatnya pingsan,” kataku. Ayah mengedipka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN