Bagian 16

1882 Kata

Setelah semua orang keluar dari ruang rawat Rezka, Lea segera menghampiri calon suaminya itu yang kini sudah tertidur setelah minum obat semenit yang lalu. Dia meraih kursi dan duduk di dekat tempat tidur Rezka. Dia meraih tangan Rezka dan menggenggamnya. Ia mengelusnya dengan sayang lalu menempelkannya di pipinya. Bau khas obat-obatan menguar dari tubuh Rezka. Walau cukup menyengat, Lea tidak peduli. Dia tidak ingin menyia-nyiakan sedetik saja kebersamaannya dengan Rezka. Diamatinya wajah calon suaminya itu dengan mata berkaca-kaca. Rezka.... Wajah tenang yang dililiti dengan perban itu tampak cerah. Hati Lea terenyuh melihat raut wajah Rezka yang tenang. "Andai dulu tidak ada 'dia' di antara kita, pasti saat ini kita sudah bahagia bersama." Lea tersenyum masih dengan mata berkaca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN