Krak! Itu bukan suara ranting yang diinjak, pun bukan suara kayu yang patah. Namun, itu berasal dari salah satu organ tubuh yang tengah merasa tersayat karena disuguhkan kenyataan yang pahit. Di atas pelaminan sana, pasangan pengantin itu tengah menjadi pusat perhatian---lagi. Lumrah memang, tapi bukan dalam konteks biasa. Ini lebih dari sekadar keserasian sang pengantin. Lihat saja mereka, tampak bahagia satu sama lain. Saling memeluk dengan kening yang tertempel. Sakit? Iya. Setelah Rizky meminta izin padanya untuk ke toilet, Cindy harus sangat-sangat terpaksa menyaksikan hal itu sendirian---oh, tidak, masih ada hatinya yang menemani. Sayang, sudah retak. Hancur berkeping-keping. Cindy merasa dunia benar-benar kejam padanya. Banyak lelaki yang mengejarnya, sayang mereka bukan tipe

