Sean membaca berkas dengan sesekali melirik kearah audiencenya untuk mencari pujaan hatinya berada, dan matanya tertuju pada sesosok kekasih yang sangat dia rindukan yang terlihat tengah fokus dengan laptop di hadapannya. Sean terpana sejenak menatap wajah sang kekasih dari jauh, kerinduannya untuk dapat memeluk Arsih semakin membuncah, rindu akan sikap Arsih yang selalu polos kepadanya dan selalu mengintimidasinya di kost tempat tinggal Arsih, kenangan-kenangan indah di kost itu melintas satu persatu di mata Sean, hingga dia di kejutkan oleh sebuah sentuhan tangan di punggungnya. Dan seketika Sean tersadar bahwa saat ini dia tengah berada di forum meeting dan menjadi pemimpin dalam meeting kali ini. Sean memperbaiki posisi duduknya dan sejenak dia bersikap salah tingkah tapi dengan cepa

