30

2228 Kata

Chapter 30 Hana akhir-akhir ini makannya rujit, bahkan mekdi aja dia tolak dengan alasan baunya aneh. Hell, emang bau mekdi kenapa? Perasaan ya gitu-gitu aja ga ada bedanya. Hal itu jelas bikin Mark agak stres. Hana makannya ga bener, itu ngebuat Mark takut istrinya sakit, seinget Mark Hana punya riwayat penyakit maagh. "Hana kamu mau makan apa dong?" tanya Mark bingung. Matanya menatap sang istri yang sedang mencoba melukis diatas kanvas kecil. "Em entah, aku masih kenyang," tolak Hana lembut. "lagian aku masih ngelukis." "Ga apa-apa, aku suapin aja," kata Mark, dia belum lelah membujuk Hana untuk makan. Dari kemarin Hana makan roti terus, sekalinya makan nasi dikit banget. "kamu mau apa deh? Aku beliin ya? Em mekdi mau?" "Mark udah aku bilang akhir-akhir ini mekdi baunya aneh," to

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN