Tok tok tok Ana dan ranti mengetuk kamar randa mereka berdua saling pandang mendengar suara desahan dan erangan membuat mereka berdua menutup mulit mereka masing-masing, ana ingin ranti ingin membuka pintu kamar itu namun ana menarik nya untuk meninggal kan kamar putri nya, sungguh ranti ingin menenggelam kan putra nya tersebut dengan berani nya berbuat yang iya iya di rumah keluarga randa sungguh mau di taruh di mana wajah nya saat ini di hadapan ana selaku mama randa, tidak perlu menebak lagi ranti sangat hafal suara desahan dan erangan sudah pasti putra nya sedang berbuat iya iya di dalam, sungguh malu rasa nya, ana memutus kan untuk pergi lagi ke ruang keluarga yang mana membuat kakek krisna bertanya cucu ku di mana? Ana pun menjawab Sedang siap-siap pa bentar lagi kemari Sebaik n

