Aku mungkin masih bisa bersabar, tapi jika aku Sudah lelah, mungkin itu saatnya aku akan mencoba melepaskan dan melupakanmu *** "Maaf tuan, saya ti-- " Aiza terkejut melihat seseorang di depannya sekarang. "Aiza..." Dengan terburu-buru Aiza menghapus air matanya yang masih tersisa di pipinya saat melihat seseorang di depannya adalah Alvin. "Kak Alvin... Maaf, Aiza ng—“ "Kamu kenapa, kok nangis?" Aiza hanya diam. "Bisa kita bicara sebentar?" Alvin memandangnya penuh harap. Disinilah Aiza duduk berhadapan dengan seseorang yang Sudah lama ia tak jumpai. Alvin menatap Aiza begitu lekat. Aiza hanya menundukkan wajahnya sedari tadi. "Aiza," Ucap Alvin memecah keheningan. "Hmm.. ya," Aiza tersentak kaget dan tersadar dari lamunannya. "Kamu kenapa? Wajah kamu pucat?” "Ah... enggak

