SELAYAKNYA SUAMI ISTRI

1299 Kata
Mendengar kesimpulan Nesia yang diucapkan dengan penuh emosi itu, Lukas tersenyum. Dalam hati dia benar-benar menilai bahwa Nesia bukan perempuan biasa karena begitu berani menilai Remy sebagai laki-laki yang arogan, bahkan di depan Remy langsung. Namun, sejujurnya Lukas juga mengakui bahwa memang seperti itulah Remy adanya. “Mengapa Anda tersenyum, Tuan Lukas? Anda mentertawakan saya? Bukankah yang saya katakan ini benar?” tanya Nesia masih dengan hati yang kesal. Mendapat semprotan seperti itu, Lukas segera memperbaiki ekspresi senyumnya yang sebenarnya tidak bertujuan mentertawakan atau mengejek gadis di depannya yang sedang emosi itu. Namun, Lukas tersenyum karena merasa bahwa Nesia benar-benar unik dengan keberaniannya. “Maaf, Nona. Saya tidak bermaksud mentertawakan Anda. Hanya saja, mungkin Anda belum mengenal dengan baik siapa dan bagaimana tuan Remy. Kalau Anda mengenalnya lebih jauh, mudah-mudahan penilaian Anda kepada beliau akan berubah,” kata Lukas memberikan sedikit gambaran mengenai siapa dan bagaimana Remy. “Apakah Anda juga sedang membujuk saya dengan mengatakan bahwa dia adalah laki-laki yang baik, Tuan Lukas?” tanya Nesia menantang mata Lukas. “Mohon jangan salah memahami, Nona Nesia. Saya tidak membujuk Anda dengan mengatakan bahwa tuan Remy adalah laki-laki yang baik. Namun, mungkin saja Anda akan berubah pikiran dalam menilai beliau setelah Anda mengenalnya dengan baik,” ujar Lukas panjang lebar. Meskipun hubungannya dengan Remy seringkali tidak baik, tetapi Lukas tidak akan menjelekkan Remy di hadapan orang lain, terlebih di hadapan istrinya. “Anda pikir saya akan meluangkan waktu hanya untuk mengenal laki-laki yang arogan seperti dia? Hidup saya sudah penuh dengan masalah, Tuan Lukas. Jadi, maaf, saya tidak punya waktu untuk menambahnya lagi,” ujar Nesia masih dengan kesal. Lukas nyaris kehabisan kesabarannya menghadapi perempuan keras kepala dan berani seperti Nesia ini. Baru kali ini dia bertemu dengan perempuan kelas sipil yang tidak terpengaruh dengan performa Remy sebagai laki-laki kaya nan rupawan. Karena di waktu lalu, Lukas selalu bertemu dengan perempuan yang tergila-gila dengan Remy. “Sayangnya Anda tidak punya pilihan lain selain tetap berada di sisi beliau, Nona Nesia. Karena dalam surat nikah itu jelas terpampang bahwa Anda berdua adalah pasangan istri yang sah.” Akhirnya Lukas mengatakan apa yang harus dikatakannya dengan benar. “Lalu dari mana kalian mendapatkan data diri saya dan seenaknya memasang di surat nikah itu?” tanya Nesia kesal karena dia merasa tidak pernah memberikan data apapun pada siapapun. “Mungkin Anda lupa bahwa suami Anda adalah orang yang praktis dan bisa melakukan apapun untuk mencapai keinginannya, Nona. Dan untuk mencari data Anda, memang tidak sulit karena bu Nita sangat kooperatif dalam bekerjasama dengan kami,” jawab Lukas jujur bahwa pegawai Remy mendapatkan semuanya dari bu Nita. Dan dengan uangnya, Remy membuat semua menjadi lebih mudah. ‘Bu Nita? Astaga, apa yang membuat perempuan pengelola gedung itu menjadi demikian mudah memberikan data karyawan pada orang asing seperti ini? Bukankah ini melanggar privasi?’ batin Nesia dengan geram. “Kalian benar-benar manusia arogan!” umpat Nesia. Lukas hanya tersenyum lembut. “Untuk itu, saya menyarankan kepada Anda, Nona Nesia. Mungkin Anda memang tidak menyukai tuan Remy mengingat bahwa semua ini berawal dengan tidak baik. Namun, tidak ada salahnya jika Anda sedikit mempertimbangkan untuk penawaran yang tuan Remy berikan kepada Anda. Saya hanya ingin memberikan sedikit penjelasan mengenai kondisi Anda dan tuan Remy dalam hal ini. Dan saya jamin, tidak akan ada pasal yang merugikan Anda selama Anda tetap pada aturan perjanjian,” ujar Lukas dengan kesabaran yang dipaksakan. “Tuan Lukas, apakah tidak ada penawaran lain yang jauh lebih sederhana? Saya … saya bisa bekerja menjadi pembantu misalnya. Tapi kalau penawaran menjadi istri dengan begitu tiba-tiba seperti ini … bukankah ini terasa berat, Tuan Lukas?” tanya Nesia mulai hilang kesabaran. “Sayangnya tidak, Nona Nesia. Peran Anda di sini adalah sebagai istri Tuan Remy, bukan sebagai pembantu karena beliau sudah memiliki beberapa pembantu.” Lukas menjawab tegas. “Apakah tidak ada kesempatan untuk menambah satu pembantu lagi?” nesia masih mencoba melakukan negosiasi. Tapi gelengan kepala Lukas membuat setitik harapan yang Nesia miliki mendadak musnah dan berantakan. Nesia mendengus kesal. “Jadi, menurut Anda, apa yang harus saya lakukan agar semuanya segera selesai, tidak membuat saya pusing dengan segala hal yang tidak bermanfaat seperti ini, Tuan Lukas? Anda tahu, kan? Saya bukan orang kaya yang hanya duduk saja bisa makan dan hidup cukup. Saya butuh makan dan pekerjaan untuk bertahan setelah Anda dan tuan Anda yang terhormat itu mengeluarkan saya dari pekerjaan saya di Martha Hall.” Nesia menatap galak. “Dan saya rasa, satu-satunya pekerjaan yang harus Anda ambil untuk melangsungkan kehidupan Anda adalah tetap menjadi istri tuan Remy meski hanya istri kontrak. Toh, Anda akan tetap mendapat penghasilan bulanan yang nilainya saya jamin tidak akan merugikan Anda. Selain itu pekerjaan Anda juga tidak seberat ketika Anda bekerja di Martha Hall,” ujar Lukas mulai getol menjelaskan karena Nesia sudah tidak melakukan perlawanan. “Tidak adakah pekerjaan lain selain menjadi istri kontrak? Sepertinya itu tidak akan cocok dengan saya. Saya akan lebih nyaman bekerja sebagai pembantu. Kalau tidak bisa di rumah ini, mungkin di kantor beliau butuh petugas kebersihan. Bagaimana?” tanya Nesia kembali mencoba membujuk Lukas setelah berkompromi dengan hatinya. Lukas menggeleng, membuat semangat Nesia kembali padam seketika. “Sayangnya di surat nikah itu yang tertera adalah data Anda, bukan data pembantu. Jadi saya sarankan agar Anda sedikit mempertimbangkan penawaran tuan Remy. Karena menerima ataupun menolak, semuanya akan berakhir sama. Anda tetap menjadi istri tuan Remy,” ujar Lukas. Nesia menggeram, mengetatkan gerahamnya dengan kesal. “Baiklah, Tuan Lukas yang terhormat. Lalu apa yang harus saya lakukan dan saya dapatkan jika saya mengikuti drama konyol yang dibuat bos Anda itu?” tanya Nesia pada akhirnya. Sepertinya dia sudah lelah melawan. Lukas tersenyum. Akhirnya perempuan itu menyerah, pikir Lukas. “Baiklah, jika Anda berkenan maka saya akan menjelaskannya secara rinci nantinya,” kata Lukas ikutan melunak meski awalnya dia nyaris kehilangan kesabarannya. Nesia terdiam sesaat, kemudian mengangguk. “Baiklah, silahkan menjelaskannya, Tuan Lukas.” Nesia menyerah. Lukas tersenyum dan mengangguk. “Mungkin akan lebih baik jika kita meminta tuan Remy ke sini. Agar penjelasan ini lebih terang dan bisa dikomunikasikan jika ada hal yang Anda tidak setuju,” ujar Lukas. “Baiklah, terserah Anda saja, Tuan Lukas. Menolak pun tidak akan ada gunanya, kan?” Nesia pasrah meski nadanya tetap saja ketus, membuat Lukas benar-benar ingin tertawa melihatnya. “Baik, Anda tunggu sebentar, Nona. Saya akan meminta beliau datang ke sini,” ujar Lukas yang kemudian pergi untuk meminta Remy datang. Tak berapa lama memang Lukas datang kembali. Dan kali ini jelas bersama dengan Remy. Tak tahu bagaimana Lukas membujuknya sampai laki-laki angkuh itu bersedia hadir kembali di ruang makan ini, yang pasti Remy dan Nesia bersiap mendengar apapun penjelasan Lukas. “Baik. Jadi perlu saya jelaskan secara garis besar bagaimana isi surat perjanjian ini bahwa sebagaimana yang tertera dalam surat nikah Anda berdua, bahwa Anda ini memang sudah menjadi suami istri yang sah di mata hukum dan negara. Jadi, Nona Nesia, kalau tuan Remy bersikeras tanpa kompromi maka Anda tetap menjadi istri beliau, mau atau tidak mau, suka ataupun tidak suka. Namun Anda ketahui bahwa beliau masih memberikan posisi dan tawaran terbaik untuk menjadi istri beliau dengan berbagai batasan dan imbalan tentu saja,” ujar Lukas tanpa menatap Remy dan Nesia bergantian. Remy kelihatan mengerti dan mengangguk. Namun Nesia tidak memberikan reaksi apapun, hingga Lukas melanjutkan membacakan beberapa pasal terkait pernikahan yang telah tercatat itu. “Pasal selanjutnya memuat ketentuan bahwa sebagai suami istri yang sah, pihak kedua wajib mengikuti apapun yang diperintahkan oleh pihak pertama, sesuai kesepakatan dan selayaknya suami istri,” ujar Lukas membacakan perjanjian itu. Mendengar kalimat ‘selayaknya suami istri,’ Nesia terkejut. Gadis itu buru-buru mendongak dan menatap Lukas dan Remy bergantian. “Maaf, Tuan Lukas. Bisa Anda jelaskan apa maksud selayaknya suami istri?” Nesia bertanya dengan sigap. Lukas bingung, dia menatap Remy yang juga menatapnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN