Tak ingin ketahuan memperhatikan gadis itu bersenandung, Remy segera masuk ke dalam mobilnya, dengan bibir yang terus tersenyum tak jelas seperti pemuda alay. Padahal siapapun tahu, usia Remy jelas di atas tiga puluh tahun. Sampai di dalam mobil, Remy mengambil ponselnya dan menghubungi Lukas. Tak berapa lama, Lukas yang selalu siaga itu segera mengangkat panggilannya. “Halo, Tuan?” sapa Lukas dari dalam rumah. “Mengenai pencarian college hari ini, kalau dia belum ingin pergi, biarkan saja. Dia juga tak harus pandai dengan cepat. Tapi jika dia bersedia pergi hari ini, mungkin kamu bisa membawanya sekedar berjalan-jalan terlebih dahulu,” ujar Remy dengan nada yang sepertinya sedikit melunak. “Oke, baik, Tuan. Saya akan menanyakannya nanti pada Nyonya Nesia.” Lukas menjawab dengan tegas

