41. Pertarungan

1515 Kata

"GUSIOOON!" seru kedua perempuan itu berlarian. Mereka menubruk tubuh Gyusion yang baru saja mendarat dari atas menara. Mereka lalu menangis bersama. Terlalu lama jantung mereka dibuat berdebar kencang karena khawatir. "Kau membuat aku mati berdiri, dasar bocah nakal!" bentak Lolita mengusap ujung matanya. Gyusion terkekeh, lalu meraih punggung pengasuh paling galak itu ke dalam pelukan. Lolita menangis sesegukan. Disusul Nana yang sesegukan, mereka saling berpelukan. Akai bersandar pada pohon besar menggelengkan kepala. Tingkah mereka sangat berlebihan. "Apa ini?" Dahi Akai mengkerut. "Bunga," jawab Gyusion disertai senyuman lebar. "Di tempat teratas menara tidak ada apa pun selain ini. Panah emas dewa seperti kau bilang, aku tidak menemukannya. Satu-satunya makhluk hidup yang a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN