56. Paviliun Bunga

1024 Kata

Sepanjang lorong berpilar besar dengan barisan patung karya seniman tersohor, belasan orang melangkah tegas. Aura sangat mereka berbeda. Tampak bukan dari kalangan rakyat biasa dari pakaian yang dikenakan. Semua akan setuju gaya mereka bisa mencerminkan kecerdasan. Pria berjubah merah serta mahkota keemasan memperindah rambut coklat. Pria itu Tirta, berjalan paling depan dalam rombongan itu. Para bawahannya setia mengikuti kemana Tirta pergi. Mereka hendak menuju tempat perundingan di aula kerajaan. Perhatian Tirta tercuri oleh pemandangan indah di taman bunga. Tempat paviliun segala jenis bunga yang amat disayangi ratu negeri ini. Senyum Tirta mengembang kala seseorang yang ada dalam benaknya dalam beberapa hari ini berdiri di tengah hamparan bunga. Mereka mendadak berhenti saat Tirta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN