70-1

1261 Kata

==note==  Hai, aku mau kasih cuplikan cerita baru aku yang mudah-mudahan cepat rilis di Dreame. Silakan mampir dan ramaikan ya nanti. Aku tungguuu  == == Gorden yang berkumpul di sisi kanan membiarkan cahaya matahari merangkak masuk hingga mengenai tepi ruangan. Suara ketukan terdengar dari balik pintu. Sejak kemarin silih berganti ada yang mengetuk pintu, setelah hening sepanjang malam, ketukan itu hadir kembali. Kali ini suara Deral yang meminta adiknya keluar kamar. Sadina tak menggubris, terus bersembunyi di dalam kegelapan lemari. Kehilangan ibu menjadi babak baru dalam hidupnya. Ia belum bisa menerima ini nyata atau mimpi. Semalaman menangis di dalam ruang sempit dan gelap tidak membuat kekosongan di dalam hatinya sirna. Sadina malah tambah ketakutan. Di saat seperti ini biasany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN