Gyusion terlempar dari punggung Leo saat sebuah kekuatan besar menghantam benteng pertahanan Darkness. Salah satu sudut dinding kokoh itu perlahan rubuh. Gyusion menyaksikan semuanya tak bisa berkata-kata. Perang sangat kacau. Korban jiwa berjatuhan di mana-mana. Dan yang terpenting, ia melihat adik kesayangannya sangat mengkhawatirkan. Kedua tangan Xevana dirantai pada empat pilar besar. Sementara pilar itu dikeliling oleh orang-orang berjubah putih. Mereka menyatukan sihir pada empat pilar itu. Yang terjadi kemudian Xevana seperti kendalikan mereka. Kekuatan besar menyerang benteng pertahanan Negeri Darkness setiap Xevana menjerit kesakitan. Ini sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Gyusion membawa langkahnya menuju adiknya. Serangan demi serang harus ia hadapi. Ia hanya memiliki pedang d

