"Eh, pak Nathan udah selesai ngajar?" Nola buru-buru memperbaiki posisinya dan duduk manis di tepi ranjang. Nathan berjalan mendekati gadis cantik itu. Kemudian, duduk di sisi gadis tersebut. "Sebenarnya belum selesai tapi seseorang membuatku terpaksa mengakhiri kelas lebih awal." Jawabnya penuh arti. Wajah Nola menunjukkan ekspresi kaget. "Kok bisa, pak? Apa orang itu membuat keributan di dalam kelas?" Helaan nafas kasar keluar dari mulut Nathan. Gadis di sampingnya sungguh tidak peka. Percuma dia mengode. Buang-buang suara berharganya saja. "Kenapa kamu mencium pipi pria tadi, La?" Tanyanya langsung daripada mengode lagi. Nola mengerjap polos melihat tatapan datar pria di sampingnya. "Karena Nola dikasih dare cium pipi Arka, pak." Nathan manggut-manggut. Ternyata Nola bermain

