Cinta

1725 Kata

Bel istirahat sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu. Sebagian murid XI IPA 1 itu berhamburan menuju kantin dan sebagiannya lagi masih menetap di kelas, termasuk Fauzi, Dania, dan Aura. Mereka terdiam memandangi Gibran yang terlelap degan posisi berbaring di bangku pojok belakang. Kebetulan jam pembelajaran sebelum istirahat kosong dan hal itu digunakan Gibran untuk beristirahat. "Eh ambil spidol!" intruksi Fauzi. "Buat apa?" "Udah ambil." Dania menyerahkan spidol yang Fauzi minta. Dengan jahilnya Fauzi menggoreskan tinta hitam itu ke hidung dan pipi Gibran hingga menyerupai bentuk wajah kucing. "Kamera." Dengan sukses moment itu diabadikan oleh Dania. "Jahil banget," seloroh Aura geli. Rupanya Gibran benar-benar pulas hingga tidak terusik sedikit pun. "BANJIR BANDAAANG!!" F

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN