Aga terpesona dengan sosok yang kini berdiri di depannya. Dress sederhana di atas lutut membalut tubuh Dea dengan begitu sempurna. Rambut ikalnya tergerai bebas sedikit tertiup angin. Dea melambaikan tangan di depan wajah Aga. "Ga?" Mengerjapkan mata beberapakali, Aga dibuat salah tingkah oleh Dea. "Kamu cantik banget, Sayang," ucapnya sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Dea seperti merasa ada ribuan lebah yang memproduksi madu dalam hatinya. Ada manis-manisnya begitu. "Kamu juga," balas Dea tersipu malu. "Ha? Aku cantik?" Aga melongo bodoh kala mendengar ucapan Dea. Dea tersentak kaget, buru-buru meralat ucapannya tadi. "Eh, nggak. Maksud aku kamu juga ganteng." "Oh," kekeh Aga. Malam ini, Aga mengenakan kaos putih polos dan kemeja hitam serta celana jeans berwarna sen

