Aga mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Membelah jalanan yang sepi. Ia gagal memujuk Dea untuk mendengarkan penjelasannya lebih dulu. Di tambah lagi, ia melihat raut kekecewaat dari wajah Mira, membuat Aga semakin merasa bersalah walau ia juga tidak tahu jadinya akan seperti ini. "Argh! Kenapa jadi kacau gini sih? Gue sengaja bawa Dea ke sana buat dikenalin sama semua orang kalau gue bangga bisa dapetin Dea, tapi semua kacau berantakan dan gue udah buat Dea sakit hati dan juga kecewa." Aga semakin menginjak pedal gas. Bayangan kejadian tadi terus mengusik pikiran Aga. Isak tangis Dea membuat hati nya turut merasakan sesak. Azka sudah sangat keterlaluan. Berbagai u*****n terus keluar dari mulut Aga. Rasanya ia ingin memutar waktu dimana ia tidak akan menjatuhkan hatinya pada Sa

