Aga berjalan mondar-mandir di depan ruangan tempat Dea saat ini di tangani. Keringat dingin sudah memasahi tubuhnya. Tidak ingin terjadi sesuatu pada Dea, Aga tak berhenti berdoa. Mira berlari ke arah Aga dengan air mata yang sudah memasahi pipi. "Dea!" "Bu." "Nak, apa yang telah terjadi sampai Dea kecelakaan seperti ini?" Mira sangat kacau saat mendapat kabar buruk dari Aga. Saat Aga hendak menjelasakan, pintu ruangan terbuka membuat keduanya sontak menoleh. "Dok! Bagaimana keadaan anak saya?" tanya Mira dengan segera. Dokter Weni menatap wajah Aga dan Mira secara bergantian. "Alhamdulilah, Dea sudah selesai di tangani. Saat ini, Dea masih belum sadarkan diri tapi keadaannya sudah lebih baik dari sebelumnya dan akan dipindahkan ke ruang rawat biasa," jelasnya membuat Aga dan

