"HYAAHHH! Terima ini!" "Psyuu psyuu, TEMBAK KAKAK!" Gelak tawa yang keras, sesekali didampingi oleh bunyi pistol mainan anak-anak, adalah suara yang beberapa Minggu ini selalu didengar oleh George, yang tempat tinggalnya bersampingan dengan rumah anak-anak tersebut. Kadang-kadang, ketika ada kegiatan di luar rumah, tepatnya mengurus kegiatan di sekolah ataupun badan amal di Gereja, George tidak akan pulang ke rumah. Namun, ketika tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemuda itu, ia hanya akan menghabiskan waktunya bersantai di tempat tinggal yang diberikan oleh sang ibu. Tetapi, bagaimana ia bisa tenang beristirahat jika selalu mendengar suara bising dari luar? Satu-satunya tempat kedap suara di rumahnya hanyalah gudang penyimpanan yang berada di ruang bawah tanah. Mustahil jika ia tidur

