Aila mulai menyingkap selimutnya yang menutupi kepala. Ia memandang Loka yang kepalanya sudah berada di dekatnya. ‘Napas, Ai. Napas. Jantung, tolong kerja samanya, ya,’ pinta batin Aila. “Ehm.. Kepala Mas Loka bisa agak dimundurin dikit, nggak?” “Kenapa memangnya?” tanya Loka santai. Kenapa akhir-akhir ini Loka semakin menyebalkan sih? Sering banget iseng. “Mas,” desis Aila kesal. Jika menimpuk suami dengan guling diperbolehkan, mungkin dengan penuh tenaga ia akan menimpukkan guling itu pada Loka. Loka tertawa kecil. Ia segera memundurkan kepalanya beberapa centi. Badannya masih tetap bertahan di posisi awalnya. Aila mendesis dengan kuat. Ia memilih beranjak dari posisi tidurnya untuk meneguk air mineral yang disediakan oleh pihak hotel. Loka semakin tertawa bahagia. Dan Aila memi

